Langsung ke konten utama

Matahariku....

Sejenak hatiku tersadar....
Kau sudah pergi ...Hilang dari Pandangan Mataku
Tlah kau tinggalkan sebuah hati yang tertusuk duri2 cinta.....

Kau Matahariku...
Selalu membuatku bersinar menebarkan hangatnya kasih..
Namun kini hangatnya kasih hilang bersamaan hilangnya dirimu.....

Matahari yang kupuja, kusayang dan kucinta....
Hilang bersamaan datangnya Malam.....
Sakit....sedih....
Matahariku hilang.....

Asaku hilang bersama Matahariku.....
Sakit....
Sedih....
Entah.....
Aku terdiam dalam kegelapan malam.....

Namun ......
Kuyakin Matahariku akan muncul kembali...
Muncul dengan membawa sejuta kehangatan untukku....

Tapi Entah kapan Matahariku muncul kembali.......
Hanya Aku dan Matahari yang tahu...

Kuterdiam dalam sepi malam.....
Hanya untuk mengenang Matahariku....


*Matahariku hilang bersama gelap malam....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Kupu2 Malam...

Langkahnya gemulai sangat mempesona, Tubuhnya harum dan indah, Mempesona setiap mata, Tatapannya menghujam bagikan sebilah pedang, Rayuannya menghanyutkan, membawa ke dalam sebuah ilusi semu. Setiap kata yang meluncur dari mulutnya, Membawa segala angan jauh melambung ke nirwana, Dengan berjuta kenikmatan yang tak terhitung. Dan ketika kenikmatan itu menyatu dalam pergumulan batin, Tidak ada yang dapat menentangnya, Karena itu kenikmatan sesaat, dan akan selalu terus ada dalam kehidupan ini... Karena semua berawal dari sebuah harga diri, status dan materi.... Dan kini sang kupu2 terbang kembali mencari peraduannya yang lain...... Mencari bunga lain yang dapat dihinggapinya......

Air mata Mutiara

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut. Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. ...

Manusia & Keselarasan

Menselaraskan dan Mengharmonisasikan suatu hal menjadi sebuah kesatuan yang indah memang membutuhkan sinkronisasi yang seimbang antara pikiran, hati dan jiwa, karena tidak semua jiwa jiwa murni memiliki pikiran dan hati yang selaras dengan alam semesta. Ibaratnya menanggalkan sang logika yang kemudian diolah dalam sebuah ritme hati sehingga menghasilkan sebuah harmonisasi dan keselarasan tidaklah mudah, karena proses tersebut akan meninggalkan banyak duri dalam perjalanannya. Namun jika keselarasan dan harmonisasi telah menjadi bagian dalam hidup manusia dan terolah secara indah, niscaya keegoan dan logika hanya akan menjadi sebuah pertanyaan dan senyuman akan menjawab segalanya Seperti sebuah perjalanan hidup manusia, tanpa terkecuali, akan penuh dengan proses belajar, dan manusia akan memilih kisah hidupnya sendiri dengan segala konsekuensi dan indahnya proses pendewasaan, dengan menyadari apa sebenarnya "esensi hidup", dan kembali menyadari bahwa segala yang ada dalam k...