Langsung ke konten utama

Bulan, Bintang dan Matahari....

Ketika senja bergelayut menghampiri malam,
ketika sebuah rasa tertinggal dan hilang seiring perginya senja.
Malam semakin beranjak dan dirinya selalu menunggumu....
Menunggu kabar yang tak pasti......
Adakah hatinya sudah seperti malam yang tiada berbintang, hanya gelap yang pekat dan tidak bersahabat?
Ketika hatinya sudah tertutup untuk dirimu, apakah masih setia menuggu datangnya pagi?
Hanya bulan yang menjadi saksi sakitnya hatimu, hanya bulan yang menjadi teman dalam kesendirianmu.
Namun ketika malam beranjak pagi, dirimu selalu berharap dia ada di depanmu dan menyapa sang fajar dengan senyum dan suaranya yang merindu.....
Namun seiring dengan hadirnya pagi, dirinya tidak akan pernah mengulang kembali kenangan itu, karena kenangan itu hanya ada dikala malam dan tidak berharap untuk terulang lagi.
Hanya Bulan dan Matahari yang menjadi saksi hilangnya sang bidadari........

(*Forgive me...)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gardenia ........

Gardenia memenuhi pekarangan, bebas dari debu Dengan merayapi sulur berbentuk trompet, harumnya menguak; Dengan lembut, mereka menyegarkan hijau musim semi, Perlahan mereka menyebar wanginya, sekuntum-kuntum Kabut tipis menyembunyikan jalur berkelok dari pandangan, Dari jalur berselimut gardenia, menetes embun dingin segar Namun, siapakah yang akan merayakan genangan ini dalam lagu? Tersesat dalam mimpi, dalam kedamaian, pujangga itu pun mengawali tidur panjangnya....

Sampai di sini...

1 cinta terbuai dalam sebuah permainan kata, Membuat insan menjadi mabuk dalam asmara, Ketika cinta berlalu, hatinya pun tersayat perih.... Membuatnya melayang entah kemana.... Dalam perjalanannya dia menemukan sebuah cahaya... Namun ketika dia menghampirinya, cahaya tersebut menghilang.. Seiring dengan kesadaran dalam dirinya.... Bahwa cinta itu menyakitkan dan butuh pengorbanan.... Sakit yang dirasakan memang harus terjadi dan harus dialaminya... Mencoba bangkit dalam keterpurukannya... Menyusun kembali kepingan kepingan hatinya yang entah tersebar kemana... Merangkainya menjadi satu kepingan utuh dan tanpa goresan... Hanya satu yang diharapkannya ... Sebuah kejujuran dan pengertian akan arti cinta dan rasa sakit.... Namun apakah akan ditemukannya? Dalam ruang waktu yang sangat terbatas? Only God knows about that........

Anak Tangga & Kehidupan

Setiap pijakan pada tangga mencerminkan tangga kehidupan manusia, semakin berisi akan semakin merunduk dan berpusat pada sang Pencipta Dengan setiap keunikannya, manusia akan mengukir kisah hidupnya dalam setiap tangga kehidupannya Meniti setahap demi setahap setiap anak tangga, walau terkadang tersandung bahkan kembali lagi dari awal pijakan Hanya dengan keihklasan hati dan kekuatan hati yang selaras, maka setiap anak tangga dapat terlewati dan Manusia akan berproses dalam pendewasaannya